Mantan pemain Tim Nasional U19 yang saat ini tengah bermain di Rumania, Gavin Kwan Adsit merasa sangat senang dengan keberhasilan skuat garuda muda yang menjadi juara grup di ajang Kualifikasi Piala Asia U19 2014.
(Courtesy: CFR Cluj 1907 Reserves)
Meski saat ini tengah berada di Rumania, Gavin pun tidak lupa memberikan dukungan kepada Evan Dimas dan kawan-kawan.
"Saya menonton beberapa video dan berharap saya juga bisa berada disana," terang Gavin.
Meski menyatakan sangat ingin kembali mengenakan jersey merah putih, akan tetapi penyerang sayap yang saat ini tengah fokus meningkatkan kelincahan serta kekuatan otot tubuhnya tersebut tengah fokus untuk meniti karir bersama CFR Cluj.
"Untuk saat ini saya ingin menyelesaikan beberapa hal dengan klub saya, setelah saya mendapatkan kontrak professional, mungkin saya dapat kembali bergabung dengan Tim Nasional," jelas pemain kelahiran Bali itu.
"Saya akan sangat senang (kembali membela Timnas), tetapi semua keputusan tergantung coach Indra (Sjafri). Saat ini yang dapat saya lakukan adalah menjadi lebih baik dan bersiap untuk bisa mendapatkan satu tempat di skuat timnas," tambahnya.
CFR Cluj kembali mengundang Gavin Kwan Adsit untuk bergabung dengan klub asal Rumania tersebut pada bulan Maret mendatang.
(Gavin Kwan Adsit)
Setelah sempat menjalani trial selama satu minggu pada akhir tahun lalu, nampaknya CFR Cluj, tim yang telah menjuarai liga utama Rumania sebanyak tiga kali itu benar - benar terpikat dengan aksi Gavin Kwan Adsit.
Pihak CFR Cluj telah memberikan kabar kepada gelandang kelahiran Bali berusia 16 tahun itu untuk berangkat ke Rumania pada bulan Maret mendatang.
Disana, Gavin tidak akan langsung menandatangani kontrak melainkan ia akan terlebih dahulu tinggal selama 6 bulan sebelum akhirnya akan dikontrak secara permanen oleh wakil Rumania di Liga Champions Eropa tersebut
Selama menunggu keberangkatanya ke Rumania, Gavin akan berlatih bersama SSB Villa 2000 yang berada di Jakarta serta bergabung dengan Tim Nasional U19 asuhan Indra Sjafri.
Bersama Tim Nasional U19, ia akan mencoba untuk mempertahankan gelar juara turnamen HKFA di Hong Kong pada bulan Februari ini. Timnas U19 ini juga rencananya akan diproyeksikan untuk turun mewakili Indonesia di ajang kualifikasi Piala Dunia U20.
Well, kita doakan yang terbaik selalu untuk Gavin dan skuad Tim Nasional U19. Good Luck, Gavin!!
Tahun 2012 menjadi awal dimana Indonesiantalent.net dibuat, blog yang didedikasikan untuk seluruh pecinta sepakbola Indonesia yang ingin mendapatkan berita terbaru tentang pemain - pemain Indonesia yang berkarir di luar negeri.
Jelang berakhirnya tahun 2012, kami Indonesian Talent Crew ingin kembali merangkum dan memberikan kilas balik kepada para pembaca blog ini terkait 10 artikel yang paling populer atau banyak dibaca di tahun 2012.
"Emilio Audero Mulyadi, penjaga gawang utama tim Juventus Allievi (U17) dan juga Tim Nasional Italia U16 membenarkan bahwa ia memiliki darah Indonesia dan lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat"
"Mantan pemain Tim Nasional Indonesia U16 asal Bali, Gavin Kwan Adsit menceritakan keputusannya untuk meninggalkan Indonesia dan mencoba mengembangkan kemampuan serta karir sepakbolanya di Eropa"
"Jelang akan digelarnya AFF Cup 2012, salah satu pemain Indonesia keturunan Belanda yang turut dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia, Raphael Maitimo masih diliputi tanda tanya karena kewarganegaraan Indonesianya yang belum selesai"
"Salah seorang pemain muda Indonesia yang bermain di Belgia, Alfin Tuasalamony, sukses membawa klubnya CS Vise menuju putaran kelima Piala Liga Belgia"
"Beberapa bulan jelang AFF Cup 2012 digulirkan dan PSSI berniat untuk memanggil beberapa pemain Indonesia yang bermain di luar negeri, nama Tonnie Cusell Lilipaly sama sekali tidak terdengar meski ia telah menjadi Warga Negara Indonesia sejak tahun 2011 dan selalu menyatakan siap membela skuat garuda kapanpun ia dipanggil"
"Setelah memutuskan untuk mengembangkan karirnya ke Eropa, mantan pemain Tim Nasional U16, Gavin Kwan Adsit memperoleh pengalaman berharga dengan mendapatkan kesempatan seleksi bersama klub besar Rumania, CFR Cluj"
"Nama Andik Vermansyah mencuat menjadi bintang baru sepakbola Indonesia, ia bahkan kerap dikaitkan dengan klub - klub asal Eropa yang ingin mengontraknya. Pada bulan September 2012, ia mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, DC United"
"Salah satu klub Thai Premier League (TPL), Chiang Rai United menyatakan berminat untuk mengontrak tiga pemain Indonesia guna menghadapi ketatnya kompetisi Liga Thailand 2013-2014"
"Mengisahkan perjalanan para pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri sejak era (alm) Iswadi Idris hingga generasi Syamsir Alam, Arthur Irawan, Stefano Lilipaly, dan beberapa pemain muda lainnya yang saat ini bermain di luar negeri"
Demikian sepuluh artikel yang paling banyak dibaca di tahun 2012. Menuju tahun 2013, semoga kondisi sepakbola Indonesia dapat menjadi lebih baik dan semakin banyak pemain Indonesia yang berkarir di luar negeri.
Setelah sempat mengikuti trial selama satu minggu, CFR Cluj mengundang Gavin Kwan Adsit untuk kembali ke klub asal Rumania itu pada bulan Januari tahun depan.
(Gavin Adsit Saat Membela Tim Nasional Indonesia U16)
Pada pertengahan bulan November lalu, mantan pemain Tim Nasional Indonesia U16, Gavin Kwan Adsit berada di Cluj-Napoca, Rumania untuk mengikuti trial selama satu minggu bersama salah satu klub besar negara tersebut, CFR Cluj.
Setelah mengikuti trial selama satu minggu, Gavin menyatakan bahwa belum ada keputusan atau tawaran kontrak yang dibuat. Akan tetapi, pihak CFR Cluj menyatakan bahwa mereka mengundang gelandang berusia 16 tahun itu untuk kembali ke Rumania pada bulan Januari 2013.
"Semua tergantung dari agen saya dan beberapa faktor lainnya, mereka hanya meminta saya untuk kembali di bulan Januari," ujar Gavin.
Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak CFR Cluj, saat ini Gavin telah kembali ke Indonesia untuk menjalani liburan bersama keluarganya serta kemungkinan bergabung dengan Tim Nasional Indonesia U17.
Satu lagi pemain asal Indonesia yang mencoba untuk memulai karir sepakbola profesional di Eropa. Dia adalah Gavin Kwan Adsit, mantan pemain Tim Nasional Indonesia U16 yang saat ini bergabung dengan Genova International School of Soccer (GISS) di Italia.
(Courtesy: Genova International School of Soccer)
Gavin Kwan Adsit lahir pada tanggal 5 April 1996 di Bali. Tumbuh dan besar di Bali, Gavin memulai bermain sepakbola sejak berusia 3 tahun dan bergabung dengan klub lokal setempat pada usia 7 tahun. Kegemaran Gavin pada sepakbola didukung penuh oleh seluruh anggota keluarganya yang juga penggila olah raga kulit bundar itu. Sang ayah bahkan sempat aktif bermain sepakbola semasa masih tinggal di Amerika Serikat.
Klub pertama pemain yang memiliki ibu asal Mojokerto serta ayah asal Amerika Serikat itu bernama Bali Bulldogs dimana mayoritas para pemainnya terdiri dari anak - anak keturunan Indonesia. Di klub itu, Gavin dilatih oleh Kenny Latham, mantan pemain Livepool pada awal 1990-an.
Pada usia 9 tahun, ia kemudian bergabung dengan Canggu Club All Stars yang dibentuk dan dilatih oleh pelatih asal Austria yang juga mantan asisten pelatih Tim Nasional Indonesia, Wolfgang Pikal. Di klub tersebut, Gavin serta beberapa anak lain diberikan beasiswa oleh Wolfgang yang pada saat itu belum menjadi bagian staff kepelatihan Tim Nasional Indonesia untuk dapat terus bermain dan berlatih di Canggu Club.
Di klub itu, Gavin serta pemain lain berlatih sebanyak empat kali dalam seminggu dan bertanding dalam sebuah kejuaraan mini setiap bulannya dimana ia kerap tampil sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik kejuaraan. Pada usia 12 tahun, Gavin kemudian dilatih oleh Musa Kallon yang menggantikan Wolfgang Pikal yang memutuskan untuk bergabung dengan Tim Nasional Indonesia. Selama empat tahun, ia dilatih oleh saudara kandung mantan pemain Internazionale Milano FC, Mohammed Kallon itu.
Gavin mulai mengikuti kejuaaran di luar negeri setelah terpilih menjadi bagian Tim Nasional U13 yang bertanding di Yamaha Cup. Di Tim Nasional U13, ia menjadi satu - satunya pemain asal Bali yang terpilih dan kemudian mengikuti Training Camp (TC) di Jakarta dan Bogor.
Saat berusia 14 tahun, pemain yang berposisi sebagai gelandang serang atau sayap kanan itu mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan oleh Lee Hakwins, mantan pemain Southampton FC yang juga menjabat sebagai direktur Asian Soccer Academy di kawasan Asia. Pada kejuaraan itu, Gavin memperoleh dua gelar pemain terbaik secara berturut - turut.
Dengan pencapaiannya tersebut, Lee Hawkins kemudian mengirim Gavin untuk bermain dan berlatih dengan klub Preston North End di Inggris selama satu bulan. Bersama klub itu, ia bermain menghadapi Manchester United di Carrington serta Everton di Finch Farm, markas klub asal kota Liverpool itu. Setelah satu bulan berada di Inggris, ia kemudian kembali ke Indonesia dan bermain untuk Persekaba Badung dan Perseden Denpasar.
Di klub asal Bali itu, ia mendapatkan kontak dengan Ganesha Putra, direktur akademi sepakbola Villa 2000. Setelahnya, sulung dari tiga bersaudara ini kemudian bermain di Garuda Cup serta Manchester United Premier Cup bersama Villa 2000.
Pada usia 15 tahun, Gavin mengikuti seleksi Milan Junior Camp di Bali dimana ia terpilih dalam 18 pemain yang berangkat untuk bertanding mengikuti kejuaraaan di Milan setelah melalui proses seleksi yang diikuti oleh sekitar 900 pemain. Setelah mengikuti beberapa kejuaraan baik nasional ataupun internasional, kualitasnya kemudian mulai dikenal dan dipantau oleh beberapa pelatih yang membuatnya terpilih untuk membela Tim Nasional U16 dan bertanding dalam kualifikasi Piala Asia yang digelar di Thailand.
(Courtesy: Mizaki)
Yang menonjol dari kualitas Gavin adalah tendangan keras serta kecerdasanya dalam menguasai bola sekaligus pergerakan tanpa bolanya. Ia juga merupakan seorang pemain dengan tipikal permainan sepakbola modern yang tidak terlalu lama menguasai bola dan rajin bergerak.
(Courtesy: Mizaki)
Pada awal tahun ini, ia kembali dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional U17 yang turun bertanding di Hongkong International Youth Football Invitation Tournament, sayangnya pada saat itu ia tidak dapat bergabung dikarenakan tengah menghadapi ujian sekolah. Beberapa bulan berikutnya, ia bergabung dengan Timnas U17 yang melakukan ujicoba di Gorontalo dan Malaysia. Di Malaysia, ia menjadi salah satu pemain yang turut membawa Indonesia menumbangkan Tim Nasional Arab Saudi U17 dengan skor 2-1.
Beberapa minggu kemudian, Gavin kemudian memutuskan untuk terbang ke Milan dan bergabung dengan Genova International School of Soccer (GISS) yang bermarkas di Ovada. Bersama GISS, Gavin akan bergabung selama 3 bulan dan mengikuti beberapa trial dengan sejumlah klub yang ada di Eropa.
(Gavin Adsit Bersama Tim GISS)
"Saya akan tinggal disini hingga 15 Desember mendatang, pemain muda yang ada disini mendapatkan kontrak dari seluruh Eropa, GISS akan mengirim pemain untuk mengikuti sejumlah trial dengan beberapa klub yang dipertimbangkan akan cocok dengan gaya bermain kamu serta kewarganegaraan pemain bersangkutan juga menjadi salah satu pertimbangan mereka," jelas Gavin.
"Karena saya tidak memiliki paspor Eropa sehingga saya tidak bisa bermain untuk klub asal Italia, Inggris atau sebagainya, akan tetapi saya dapat bermain di Hungaria, Romania dan negara - negara yang tidak termasuk dalam negara Uni Eropa. Bermain disana selama 12 bulan dan setelah memperoleh visa kerja, saya akan dapat bermain untuk tim manapun di Eropa," lanjutnya.
Di GISS, ia berlatih setiap hari selama dua kali atau terkadang tiga kali dan bertanding dalam sebuah ujicoba setiap minggunya. Salah satu pertandingan ujicoba yang telah ia jalani adalah saat ia bertanding menghadapi Juventus Academy dimana pada pertandingan ujicoba yang digelar di markas klub Juventus itu dimenangkan oleh GISS dengan skor 3-1.
(Gavin Adsit / GISS vs Juventus Academy)
"Pertandingan menghadapi Juventus adalah pengalaman bagus, kami menghadapi tim Juventus yang satu tahun lebih muda daripada kami, akan tetapi hal tersebut adalah tetap sebuah ujian. Pada hari Sabtu, kami akan bermain menghadapi tim Primavera Juventus, itu akan jadi pertandingan yang sulit. Tapi tidak terlalu penting nama atau logo klubnya, terkadang klub asal Serie B jauh lebih kuat dan lebih baik dari klub Serie A," ungkap Gavin.
Di Italia, ia juga menceritakan bagaimana ia dilatih sebagaimana layaknya seorang professional. Berat badan ditimbang setiap minggunya, tidak boleh mengkonsumsi makanan yang berasal dari luar, dan sebagainya.
Selain cita - citanya untuk dapat bermain secara profesional di Eropa, bermain untuk Tim Nasional Indonesia merupakan salah satu impian yang juga ingin ia raih.
"Itu akan jadi lebih dari sebuah kebanggaan untuk dapat mewakili Indonesia di level senior, secara khususnya saat saya melihat Indonesia memiliki peluang tampil di Piala Dunia nantinya. Saya mencintai Indonesia lebih dari negara manapun. Saya ingin melihat Indonesia tampil di Piala Dunia," pungkasnya.