Showing posts with label Sepakbola. Show all posts
Showing posts with label Sepakbola. Show all posts

Friday, July 27, 2012

Talent Zone - [Technique] Syamsir Alam: Handal Dalam Menghadapi Bola Mati

Dalam edisi kedua Talent Zone, pada kesempatan ini salah satu pemain asal Indonesia yang saat ini bermain di CS Vise Belgia Syamsir Alam akan membagikan tips serta pengalaman yang pernah ia dapatkan baik selama berlatih di Uruguay ataupun Belgia tentang bagaimana saat akan mengambil tendangan bebas dan penalty.


Cerita selengkapnya bisa dibaca pada link berikut ini. 
Article Link: [Technique] Syamsir Alam: Handal Dalam Menghadapi Bola Mati

Indonesian Talent Crew

Friday, July 6, 2012

Yandi Sofyan: Semangat Tinggi Sambut Musim Baru

Yandi Sofyan Munawar, mantan pemain tim nasional Indonesia U-19 yang saat ini bermain di Liga Belgia bersama CS Vise menyatakan kesiapannya untuk menyambut musim baru. "Persiapan untuk musin ini sangat serius sekali dan porsi latihannya juga sangat berat," ujar Yandi.

(Courtesy: GoSport)
Pemain yang juga pernah berlatih di Uruguay selama sekitar empat tahun itu juga menargetkan untuk mampu membawa Vise lolos ke divisi satu Liga Belgia musim depan. Melalui interview singkat, adik kandung dari mantan pemain tim nasional Zainal Arif ini juga menceritakan pengalaman yang ia dapatkan selama bermain di Belgia.

Setelah bermain sekitar lebih dari satu musim di Belgia, apa ada kesan khusus yang diperoleh?
Kesan pertama yang diperoleh pasti sangat senang dan bangga sekali, karena bisa bermain di eropa itu memang sudah impian semenjak saya masih kecil.

Kegiatan apa saja yang dilakukan jika tidak ada pertandingan dan latihan? 
Kalau sekarang mungkin cuma istirahat saja di apartemen karena porsi latihan di pra-musim ini sangat melelahkan sekali.

Bagaimana persaingan di dalam tim Vise untuk merebut posisi starter di lini depan?
Persaingan sekarang pastinya sangat sengit dan pastinya disini kita semua bersaing secara fair. semua pemain menunjukan kualitasnya masing - masing untung mendapatkan posisi utama di tim.

Saat ini kamu bersama tiga pemain Indonesia lain (Syamsir Alam, Yericho Christiantoko, Alfin Tuasalamony) bermain di Vise, apa kehadiran mereka cukup membantu dalam proses adaptasi kamu di Belgia?
Ya, mereka sangat membantu sekali. Saya sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri karena mereka merupakan teman seperjuangan saya. Kalau misalkan untuk adaptasi, saya rasa semua pemain yg ada di Vise juga sangat membantu sekali.

Jika mungkin nanti ada peluang, apa kamu memiliki keinginan untuk mencoba bermain di Liga atau klub Eropa lain?
Kita lihat saja nanti, kalau impian untuk berkarier di klub besar Eropa pasti ada tapi untuk saat ini saya mau konsentrasi dulu di Vise.

Kamu dan (Syamsir) Alam pernah menjadi duet ujung tombak timnas U-19, apa ada target untuk berpasangan kembali bersama Alam di tim nasional saat Sea Games tahun depan?
Insya Allah, kalau Allah mengijinkan, mudah2an saja kita bisa memperkuat timnas Sea Games atau event international yg lainnya karena saya dan Alam sudah saling mengetahui karakter masing - masing

Apa kamu ada target khusus untuk musim ini?
Saya selalu ingin memberikan yg terbaik dimana pun saya berada, misalnya di tim ini saya selalu siap untuk di turunkan di setiap pertandingan dan target tim tahun ini adalah promosi ke divisi satu.

Menurut kamu, setelah satu musim bermain di Belgia, peningkatan apa yang paling kamu rasakan baik dari segi fisik dan teknik?
Baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan saya merasakan peningkatan yg luar biasa sekali. Disini saya sudah mulai terbiasa dengan sepakbola cepat. Jujur saya orangnya tidak bisa menilai diri sendiri, biarlah orang lain yg menilai, hehehe.

Kamu berlatih di Uruguay selama sekitar 4 tahun sebelum menuju Belgia, apa hal tersebut cukup membantu karir kamu di Eropa?
Sangat membantu sekali, di Uruguay saya belajar bermain sepakbola yang sangat berbeda sekali dengan di Indonesia. Di uruguay, gaya sepakbolanya cenderung menggunakan fisik dan karakter bermainnya sangat keras serta tidak berbeda jauh dengan gaya permainan sepakbola Eropa. Saya sangat berterima kasih sekali kepada semua pelatih saya di uruguay seperti Cesar Payovich, Alberto Bica,Wilson Espina dan Jorge Anania.

Masalah utama pemain Indonesia ketika bermain di Eropa adalah homesick. Apa ada tips khusus untuk mengatasi perasaan kangen dengan keluarga?
Memang pertama-tama sangat terasa sekali ingin pulang tapi Alhamdulillah menuju kesini, saya dan yang lainnya malah merasa enjoy. Mungkin kalau lagi kangen rumah, kebiasaan yang saya lakukan adalah menelepon kedua orang tua saya beserta semua sanak keluarga di Indonesia.

Tantangan apa yang paling sulit kamu hadapi selama bermain di Belgia?.
Salah satu tantangannya, mungkin disini pressing dalam bertandingnya sangat tinggi sekali. Lawan berusaha sebisa mungkin membuat permainan kita tidak berkembang. Tapi pelatih disini juga menuntut kita untuk bermain enjoy.

Apa ada pesan khusus untuk sepakbola Indonesia?
Yang saya inginkan dari sepak bola Indonesia, saya mengharapkan pembinaan usia muda di Indonesia untuk lebih diperhatikan lagi. Karena Indonesia mempunyai bibit pemain sepakbola yang sangat bertalenta. Saya juga sangat keberatan sekali dengan kuota jumlah pemain asing yang bermain di indonesia saat ini yang sangat banyak karena dengan begitu pemain - pemain lokal ataupun pemain muda indonesia kesulitan memperoleh jam terbang untuk berkembang.

Thursday, July 5, 2012

Talent Zone - [Fitness] Dipo Alam: Membentuk Postur Ideal

Silahkan untuk membuka section baru bernama "Talent Zone" yang akan diisi oleh cerita, pengalaman, serta tips - tips dari para pemain Indonesia yang saat ini bermain di luar negeri.

Dengan diceritakannya pengalaman para pemain tersebut serta memberikan beberapa tips hasil dari pengalaman mereka selama bermain di luar negeri, diharapkan banyak yang tertarik untuk membacanya, mempelajarinya, serta terus mengejar impiannya untuk ikut berkarir di luar negeri.

Pada artikel pertama, kami akan menampilkan cerita serta sedikit tips yang diberikan oleh Claudius Dipo Alam - pemain asal Indonesia yang saat ini bermain di Amerika Serikat.


Untuk mengetahui bagaimana kerja keras yang harus ia lakukan untuk memperoleh bentuk tubuh yang ideal untuk meningkatkan penampilannya di lapangan serta apa saja tips yang ia berikan, cerita selengkapnya bisa dibaca pada link berikut ini.

[Fitness] Dipo Alam: Membentuk Postur Ideal
Article Link:  http://talentzone-indonesiantalent.blogspot.com/2012/07/fitness-dipo-alam-membentuk-postur.html


Indonesian Talent Crew

Sunday, July 1, 2012

Muhammad Yunus Bani, Melahirkan Bakat Muda Indonesia Di Qatar

Hadirnya nama pemain - pemain muda Indonesia yang saat ini bermain di klub - klub Qatar seperti Farri Agri (Al Khor), Andri Syahputra (Al Gharafah), Khuwailid Mustafa (Lekhwiya SC), serta beberapa lainya tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin pelatih asal Indonesia bernama Muhammad Yunus Bani.

(Courtesy: Yunus Bani)
"Anak - anak kami sebelum dipilih oleh klub - klub professional Qatar dan Aspire Academy, terlebih dahulu mereka diasuh oleh pak Yunus Bani," cerita Agus Sudarmanto, ayah dari salah satu pemain Indonesia di Qatar Andri Syahputra.

Yunus Bani melatih anak - anak Indonesia yang tergabung dalam Al Khor Community Club. Disana ia melatih pemain - pemain muda asal Indonesia yang berasal dari tiga kelompok umur yaitu U-10, U-14, dan U-17.
Tim Kategori U-10 Asuhan Yunus Bani
Dibantu beberapa asisten pelatih yang berasal dari Indonesia dan seorang dari Nigeria, terbukti tidak hanya mampu menciptakan pemain muda asal Indonesia yang berbakat tapi juga memberikan prestasi yang tidak kalah mebanggakannya untuk klub komunitas orang - orang Indonesia yang saat ini bekerja dan tinggal di Qatar itu.

 "Saya menyempatkan diri berbincang denganya saat timnas Indonesia bertandang ke Qatar beberapa waktu lalu, meski hanya berbincang singkat, saya tahu kalau Yunus pelatih hebat. Metode kepelatihannya sempurna," jelas Listieadi, asisten pelatih timnas Indonesia seperti dikutip dari tabloid Soccer.

Keterlibatanya menjadi pelatih untuk pemain muda Indonesia di Qatar tidak terlepas dari kegagalannya menjadi pemain sepakbola. Hal lain yang memotivasi dirinya untuk ikut membantu memajukan sepakbola Indonesia adalah buruknya prestasi sepakbola Indonesia di dunia internasional.

Sewaktu diadakan pertandingan antar-negara baik yang berasal dari Arab atau Eropa, banyak orang - orang dari negara - negara tersebut yang selalu menanyakan kepadanya terkait kekalahan yang terus menerus diderita timnas Indonesia dan memandang sebelah mata terhadap dirinya yang berasal dari Indonesia saat itu.

"Janganlah mereka menjadi seperti saya yang ingin sekali manjadi pemain timnas tapi tidak kesampaian dan ingin juga membuktikan pada mereka bahwa anak - anak Indonesia juga mampu berprestasi di Sepakbola."

Dari motivasi itulah ia kemudian membentuk dan melatih anak - anak Indonesia dengan latihan khusus setiap pagi dan sore dimana hal yang paling ditekankan untuk anak aushnya dalam latihan itu terutama adalah kemampuan dasar dalam teknik bermain sepakbola.

Al Khor Community Club
Dari hasil latihan yang ia berikan, terbuktilah anak - anak Indonesia mampu berprestasi dengan juara dalam banyak kompetisi kelompok umur serta memperoleh gelar terbaik dalam banyak kategori seperti top-scorer, best player, dan best skill. Serta, jika tidak ada halangan, rencananya tim U-14 dan U-17 asuhan Yunus Bani akan menjalani tour serta serangkaian ujicoba di Jakarta pada akhir bulan Desember tahun ini,

Terkait bakat - bakat asal Indonesia yang merupakan hasil didikannya dan saat ini telah bergabung dengan klub - klub Qatar. Yunus Bani menunjuk Andri Syahputra yang saat ini bermain di Al-Gharafah serta masuk program akademi Aspire akan menjadi pemain berkualitas.

Andri Syahputra
"Andri skillnya lebih bagus dari Farri (Farri Agri - pemain Al Khor yang sering disebut akan dipanggil timnas Indonesia) dan dia saat ini berada di program untuk timnas Qatar di Piala Dunia 2022.Saat ini Andri sedang menjalani tour di Polandia dan setelah itu akan menuju Jerman bersama Aspire Academy," jelas Yunus Bani.

Selain Farri, Andri, serta Khuwailid, saat ini terdapat dua pemain Indonesia lain hasil didikan Yunus Bani yang telah bergabung dengan klub Qatar yaitu Ali Syahrian Tampo di Al Gharafah U-12 serta Alfi Said di Lekhwiya U-16.