Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, September 26, 2012

FC Jove Español Kontrak Sepuluh Pemain Muda Indonesia

FC Jove Español San Vicente, sebuah klub Divisi 3 Liga Spanyol,  mengontrak sepuluh pemain muda Indonesia yang berusia antara 13 hingga 15 tahun.

(FC Jove Espanol San Vicente)

Tiba di Spanyol pada hari Kamis (20/9), kesepuluh pemain itu langsung menuju tempat tinggal yang akan mereka tempati selama berada di Spanyol. 

Keesokan harinya, para pemain muda itu langsung mencoba lapangan latihan tim junior FC Jove untuk mengembalikan kondisi fisik setelah perjalanan panjang dari Indonesia ke Spanyol. Pada sesi latihan itu, turut bergabung dua pemain Tim Nasional U17 Mexico.

Kesepuluh pemain tersebut merupakan pemain terbaik yang sebelumnya berlatih dan bermain di beberapa sekolah sepak bola yang ada di Jakarta seperti Villa 2000, Two Touch, dan Jakarta Football Academy (JFA).

Sebanyak delapan pemain yang dikontrak klub asal kota Alicante itu berasal dari Jakarta Football Academy (JFA) sedangkan dua pemain lain sebelumnya berlatih dan bermain untuk Villa 2000 dan Two Touch Football Academy.

Para pemain muda Indonesia itu dikontrak selama dua tahun dan jika dalam kurun waktu dua tahun para pemain tersebut mampu menunjukan kemampuan mereka, opsi yang kemudian akan ditawarkan adalah perpanjangan kontrak ataupun ditransfer ke klub Spanyol atau Eropa lain.

Pemain - pemain itu akan berlatih serta dibagi ke dalam tim berdasarkan kelompok umur mereka masing - masing. Selain itu, mereka juga akan bermain dan berpartisipasi di Liga Junior Spanyol.

Selain berlatih sepakbola, pendidikan formal juga menjadi bagian yang tidak dilupakan oleh pihak klub dimana para pemain tersebut tetap akan tetap memperoleh pendidikan formal di sekolah.

Hari ini, mereka dijadwalkan untuk menjalani ujicoba dengan tim U13, U14, dan U15 dari klub Hercules.

Best of Luck, Lads!!

Sunday, September 16, 2012

Jhonny Van Beukering Selamatkan FC Presikhaaf Dari Kekalahan

Pemain Indonesia keturunan Belanda, Jhonny van Beukering memulai debut bersama klub barunya musim ini FC Presikhaaf dengan gemilang.

(Courtesy: Gelderlander.nl)
Jhonny yang sudah memiliki paspor Warga Negara Indonesia itu, mencetak dua gol dalam pertandingan di Liga Amatir antara FC Presikhaaf melawan R.K.V.V. Stevo Geesteren.

Mantan pemain Feyenoord Rotterdam, Vitesse Arnhem, dan Pelita Jaya Purwakarta itu masuk di babak kedua saat FC Presikhaaf telah tertinggal 1-3 atas Stevo.

Tiga puluh menit setelah memasuki lapangan menggantikan pemain Presikhaaf yang cedera Geel Neervoort, Beukering langsung mencetak gol pertama yang juga menjadi gol debutnya untuk FC Presikhaaf yang mengubah kedudukan menjadi 3-2.

Tidak lama berselang, mantan bintang NEC Nijmegen kembali mencetak gol yang akhirnya menyelamatkan Presikhaaf dari kekalahan atas tim tamu Stevo. Pertandingan tersebut berakhir imbang 3-3.

Setelah melewati musim yang cukup buruk akibat cedera bersama Pelita Jaya, Beukering memutuskan untuk kembali ke Belanda dan bermain untuk FC Dordrecht. Akan tetapi, tidak lama berselang sebelum liga dimulai, Beukering memutuskan mengikuti jejak pelatih FC Dordrecht yang merekrutnya Theo Bos untuk mengundurkan diri.

Beberapa bulan tanpa klub, akhirnya ia memutuskan bermain untuk FC Presikhaaf di Liga Amatir Belanda yang juga dilatih oleh kakak kandungnya Dennis van Beukering.

Friday, August 17, 2012

Alessandro Trabucco Jalani Musim Kedua Bersama Misano FC

Alessandro "Ale" Trabucco, pemain berdarah campuran Indonesia dan Italia akan kembali bermain untuk Misano Football Club musim depan.


Misano Football Club merupakan salah satu peserta dalam liga "Eccellenza" yang merupakan liga tingkat keempat di Italia setelah liga Serie-A.

Di Misano, pemain yang lahir di Denpasar, Bali itu berstatus sebagai pemain pinjaman dimana hak kepemilikannya saat ini masih dimiliki oleh AC Cesena, klub yang musim lalu baru saja terdegradasi dari liga Serie-A Italia dan musim depan akan bermain di Serie-B

Musim lalu bukanlah musim yang bagus untuk Ale yang saat ini berusia 18 tahun tersebut, ia hanya mampu mencetak satu gol dan lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti untuk klubnya.

Banyak faktor yang membuat permainan Ale tidak maksimal, selain menderita cedera, ia juga lebih sering dimainkan sedikit melebar sebagai pemain sayap atau penyerang sayap ketimbang menjadi seorang penyerang.

"Tahun lalu, Ale banyak memiliki masalah dengan cedera dan hal lainnya," ujar Massimiliano Trabucco yang merupakan ayah kandung Ale.

Video Cuplikan Gol Yang Dicetak Alessandro Trabucco Musim Lalu:

Semoga musim depan bisa menjadi musim yang lebih baik untuk Ale Trabucco..

Buona fortuna Ale!!

Saturday, August 4, 2012

Arthur Irawan, Nikmati Debut Dan Siap Hadapi Musim Depan Bersama Espanyol B

Arthur Irawan sangat menikmati debutnya bersama Espanyol B dan sukses membawa klub asal kota Barcelona tersebut menang 3-1 atas Taradell dalam sebuah pertandingan ujicoba minggu lalu.

(Courtesy: Arthur-Irawan.com)
Saat ini pemain muda asal Indonesia itu siap untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain inti bersama Espanyol B dalam menjalani pertandingan - pertandingan di Liga Spanyol Segunda B.

"Saya cukup merasa seperti di rumah dan saya pikir saya telah membuat awal yang sangat baik, tapi saya tahu masih akan ada kerja keras lagi yang harus dilakukan," kata Arthur.
 

"Ini merupakan langkah yang besar berpindah dari skuad juvenile menuju skuad reserve. Seperti halnya meninggalkan sekolah dan pergi ke perguruan tinggi. Musim lalu, saya berada di antara pemain - pemain yang berusia sama seperti saya, tapi sekarang (di Espanyol B) saya adalah salah satu yang termuda." 

"Tapi saya benar-benar menikmatinya, bahkan untuk setiap latihan," tambah Arthur. 

"Kami akan menghadapi tim cadangan seperti Valencia, Villareal dan Zaragoza, jadi sangat penting bagi kita untuk berlatih dan bersiap untuk musim baru karena kompetisi tersebut akan sangat kompetitif." 

Arthur bersama Espanyol B akan mulai bermain di Liga Spanyol Segunda B pada akhir Agustus nanti.

Saturday, July 21, 2012

Dua Lilipaly Alami Dua Hasil Berbeda Di Persiapan Pra Musim

Dua pemain keturunan Belanda yang telah memperoleh paspor Indonesia, Stefano Lilipaly dan Tonnie Cusell Lilipaly alami hasil yang berbeda pada pertandingan persahabatan menyambut musim baru dimulai.

(Tonnie Cusell Lilipaly)
Bermain selama 90 menit penuh, Tonnie Cusell Lilipaly mampu membawa klubnya G.V.V.V menang mutlak 3-1 atas Alcides. Pemain yang pernah dirumorkan akan bergabung dengan PSMS Medan itu mampu menunjukan aksi yang cukup memikat dengan umpan akurat serta beberapa peluang emas yang berhasil ia ciptakan.

(Stefano Lilipaly)
Sementara itu, Stefano Lilipaly tidak mampu membawa klub barunya Almere City FC menang atas mantan klubnya FC Utrecht. Stefano bersama Almere City harus meneriman kekalahan 2-0 atas klub Eredivisie League itu.

Menuju Belgia, dua pemain Indonesia Alfin Tuasalamony dan Yericho Christiantoko bermain di 45 menit babak pertama saat CS Vise menang telak 5-0 atas klub Bas Oha. Sedangkan, Yandi Sofyan dan Syamsir Alam tidak dimainkan pada pertandingan ini.

Daniel Reinhard Karamoy, Pemain Indonesia Pertama Di Liga Mahasiswa Amerika Serikat

(Daniel Reinhard Karamoy)
Selain Claudius Dipo Alam yang bermain di New Mexico State League, muncul nama Daniel Reinhard Karamoy yang saat ini bermain untuk Sterling College di NAIA yang meruapakan salah satu Liga Mahasiswa di Amerika Serikat.

Seperti diketahui bahwa banyak bintang sepakbola dunia ataupun Amerika Serikat seperti Clint Dempsey, Vedad Ibisevic, Neven Subotic, atau banyak lainya yang juga pernah mengembangkan permainannya dan ambil bagian di liga mahasiswa Amerika Serikat tersebut, Daniel Karamoy juga berharap bahwa melalui kerasnya persaingan di liga mahasiswa Amerika Serikat itu dirinya bisa lebih berkembang hingga akhirnya nanti bermain di level professional.

Daniel Karamoy memulai bermain sepakbola dengan bergabung dan berlatih bersama sekolah sepak bola (SSB) Asian Soccer Academy selama 4 tahun bersama dengan salah satu pemain Indonesia yang saat ini bermain di RCD Espanyol B Arthur Irawan. Setelahnya ia pernah menjalani trial di Persikota Tangerang junior. Karena pada saat itu ia merasa tidak nyaman dengan kondisi di klub asal kota Tangerang itu, ia kemudian memutuskan membantu untuk melatih di Football Plus Academy di Bandung selama satu tahun setelah lulus SMA.

Merasa karirnya sebagai seorang pemain sepakbola telah usai pada saat itu, tanpa diduga ia kemudian memperoleh beasiswa sepakbola dari beberapa universitas di Amerika Serikat setelah pihak dari universitas tersebut puas melihat penampilan Daniel melalui video. Ia kemudian memutuskan untuk mengambil beasiswa yang ditawarkan oleh Sterling College Kansas yang bermain di liga mahasiswa NAIA.

"Waktu itu tawaran Sterling yang paling besar dibanding beberapa kampus yang lain sehingga saya menerima penawaran mereka. Alasan kedua adalah di Sterling saya memperoleh waktu bermain yang lebih banyak dan puji Tuhan saya sangat berkembang di NAIA," kenang Daniel


Pada bulan Agustus tahun ini, ia akan memasuki musim ketiganya bermain untuk Sterling College di Kansas Collegiate Athletic Conference di dalam liga mahasiswa NAIA. Pemain berusia 21 tahun itu juga berharap di musim ketiganya bermain bersama Sterling College, ia mampu menunjukan permainan yang jauh lebih baik sehingga nantinya bisa direkrut oleh klub - klub di Amerika Serikat

Mengenai level kompetisi di liga mahasiswa Amerika tersebut, ia menilai bahwa level liga yang ia ikuti cukup berat karena dalam kompetisi liga tersebut tidak ada batasan umur sehingga banyak pemain yang berusia 18 - 30 tahun turut berpartisipasi di dalam liga itu selama mereka belum pernah terikat kontrak dengan klub profesional sebelumnya.

"Banyak pemain yang sudah matang sekali tapi ada juga yang masih pemula dan mereka berasal dari seluruh dunia seperti Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan negara lainnya. Jadi, level kompetisi yang saya ikuti cukup berat dan juga cara bermain yang cukup berbeda dari Indonesia dimana disini lebih physical serta cepat," jelas pemain yang berposisi sebagai pemain bertahan itu. 

Perbedaan lain antara bermain di Indonesia dan di Amerika yang ia rasakan adalah meski hanya sebatas liga mahasiswa, seluruh pertandingan diselenggarakan secara profesional. Sebagai contoh, ia menceritakan bagaimana jadwal tersusun dengan rapi. 

"Liga mahasiswa NAIA dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober. Jika tim kamu mampu lolos ke putaran final kejuaraan liga, maka kamu akan bermain kembali di bulan November. Setelahnya di bulan Desember, jika tim kamu lolos ke tingkat nasional maka kamu akan mengikuti turnamen nasional di bulan tersebut. Selepas turnamen nasional di bulan Desember, kamu akan memperoleh libur musim dingin dan memulai kembali bermain sepakbola di bulan Februari hingga May untuk menjalani masa persiapan / pra-musim sebelum musim baru dimulai dimana pada bulan itu digunakan oleh tim untuk menjalani pertandingan persahabatan atau mengikuti turnamen lokal untuk memperkuat kualitas tim," paparnya.


Terkait latihan, ketika musim kompetisi dimulai ia menjalani latihan setiap hari dengan 2 pertandingan setiap minggunya yaitu di pertengahan minggu dan akhir minggu.

Pengalaman terbaik yang pernah ia rasakan selama bermain di Amerika adalah ketika ia menjalani tahun pertamanya di negeri 'Paman Sam' itu dimana ia mencetak gol jarak jauh untuk kemenangan timnya.
"Pada saat itu saya hanya bermain sebanyak 5 kali dan semuanya sebagai pemain pengganti dan saya bermain sebagai bek sayap kiri dimana saya belum pernah bermain di posisi itu sebelumnya. Tapi pada satu pertandingan sebelum pertandingan terakhir kami, pelatih kepala menerima kartu merah dan memaksa asisten pelatih kami bertugas sebagai pelatih kepala di pertandingan terakhir. Di pertandingan terakhir tersebut ia memasukan saya di menit ke-74 dan meminta saya bermain di lini depan. Satu menit setelah masuk lapangan, saya mampu mencetak gol kemenangan untuk tim atas Bethel College dari jarak sekitar 36 meter," cerita Daniel.

Berikut Video Gol Daniel Karamoy Tersebut:

Daniel yang saat ini juga sedang mengambil kuliah di Sterling College untuk jurusan Sports Management itu juga menjelaskan bahwa ia sebenarnya bisa lulus akhir tahun ini, tapi ia berencana untuk menyelesaikan musim keempatnya bermain di NAIA tahun depan untuk memperoleh lebih banyak pengalaman dan meraih lebih banyak penghargaan agar dirinya bisa diamati oleh beberapa scouts dari klub - klub di Amerika Serikat.

Berbicara tentang tim nasional Indonesia, ia memimpikan untuk berseragam garuda pada ajang Sea Games yang akan digelar tahun depan. Ia juga menceritakan bahwa sebelumnya ia juga turut dipanggil oleh tim nasional untuk memperkuat timnas U-22 yang berpartisipasi di kualifikasi AFC U-22 di Pekanbaru.
"Sebenarnya bulan Mei kemarin saya sempat dipanggil untuk seleksi timnas U-22 di Jogjakarta. Itu pengalaman yang hebat dan sejujurnya pada saat itu saya belum 100% pulih dari cedera paha dan masih cukup lelah selepas perjalanan yang cukup jauh dari Amerika. Meskipun demikian saya tetap memberikan yang terbaik tapi sayangnya saya tidak terpilih di skuad final untuk AFC U-22. Coach Aji Santoso dan Widodo mengatakan kepada saya untuk tidak menyerah. Jadi, saya pikir Sea Games akan menjadi target realistis yang bisa saya raih."

Sebelum meninggalkan pusat pelatihan tim nasional U-22, pelatih kepala timnas U-22 Aji Santoso berpesan kepada Daniel untuk tidak menyerah serta terus meningkatkan kemampuan sepakbolanya. Coach Aji juga menilai bahwa sebagai seorang pemain bertahan, Daniel cukup komunikatif, kuat, serta penuh semangat.
 
Profil Daniel Karamoy:

 












Nama Lengkap: Daniel Reinhard Karamoy 
Tempat / Tanggal Lahir: Jakarta, May 26th 1991
Tinggi / Berat: 181 cm / 76 kg
Klub: Sterling College (USA)
Posisi: Pemain Bertahan
Pemain Idola:
Carles Puyol dan Eko Purjianto
Statistik Penampilan:
- 2010: 5 Penampilan / 1 Gol
- 2011: 18 Penampilan / 0 Gol

Penghargaan:
- Kelsey Scholar 2010, 2012
- Dean’s list 2010, 2011, 2012
- Irwin Scholarship Award 2011
- KCAC Scholar Athlete 2011
- Gleason Award 2012(Best Male Athlete GPA)

Joey Suk, Stefano Lilipaly Dan Yandi Sofyan Gemilang Di Pra Musim

Beberapa pemain Indonesia yang saat ini bermain di Eropa tengah menjalani masa persiapan pra musim, diantaranya mampu menunjukan penampilan yang cukup bagus bagi klubnya.

(Courtesy: Go Ahead Eagles)
Joey Suk bermain selama 85 menit saat Go Ahead Eagles memainkan pertandingan ujicoba menghadapi klub Eredivisie Belanda VVV-Venlo.

Pada pertandingan tersebut, Joey Suk mampu mencetak gol pembuka di menit ke-12. Go Ahead Eagles menang 3-0 atas klub yang juga dirumorkan ingin mengontrak Joey Suk itu.

Video Cuplikan Gol Joey Suk:

Stefano Lilipaly bersama klub barunya Almere City FC juga cukup bermain gemilang saat menghadapi klub asal Inggris Hartlepool United. Dimainkan selama 90 menit penuh, Lilipaly mampu bermain cukup baik sebagai pengatur permainan Almere City di lini tengah.

(Courtesy: Almerevandaag.nl)
Mantan pemain FC Utrecht tersebut mampu mencetak 1 gol dan memberikan 1 assist untuk kemenangan 3-0 bagi Almere City atas klub asal Inggris tersebut.

Setelah pertandingan, Lilipaly berkomentar bahwa ia cukup senang dimainkan di lini tengah oleh sang pelatih. Cuplikan gol serta assist Stefano Lilipaly dapat disaksikan pada Link Berikut Ini.

(Courtesy: CS-Vise.be)
Di Belgia, Yericho Christiantoko dimainkan di 45 menit babak pertama saat CS Vise menjalani pertandingan menghadapai Beaufays. Sedangkan, Alfin Tuasalamony dan Yandi Sofyan Munawar diturunkan pada babak kedua.

Bermain di sayap kanan, Yandi Sofyan mampu menunjukan permainan dan aksi yang cukup bagus dengan memberikan satu assist untuk terciptanya gol ketiga CS Vise. Pertandingan diakhiri dengan kemenangan 3-0 CS Vise atas Beaufays.

Wednesday, July 18, 2012

Jhonny van Beukering Tinggalkan FC Dordrecht

Baru satu bulan bergabung dengan FC Dordrecht, Jhonny van Beukering resmi menyatakan untuk meninggalkan klub yang baru saja mengontraknya tersebut.



Liga belum juga dimulai, tapi Jhonny van Beukering harus berpisah lebih cepat dengan FC Dordrecht, klub divisi dua liga Belanda yang saat ini menjadi tempatnya bermain.

Salah satu alasan utama Jhonny meninggalkan FC Dordrecht didasari atas pengunduran diri pelatih kepala FC Dordrecht Theo Bos. Seperti diketahui, Jhonny dan pelatihnya Theo memiliki hubungan yang cukup baik dan hadirnya Jhonny di FC Dordrecht tidak lain karena ajakan dari Theo.

Seperti ditulis di website resmi klub, sehari setelah pengunduran diri sang pelatih kepala karena alasan kesehatan, Jhonny melakukan percakapan dengan manajer teknis Marco Boogers mengenai masa depannya di Dordrecht.

"Saya merasa sangat sulit, saya rasa saya sekarang tidak lagi bisa memberikan hasil maksimal. Itu tidak akan adil untuk FC Dordrecht," jelas Jhonny.

Pihak klub sendiri mengerti keadaan yang saat ini tengah dialami Beukie - julukan Jhonny van Beukering- dan mendukung setiap keputusan yang telah dibuatnya.

"Itu adalah diskusi yang hangat dan terbuka. Saya mengerti persis maksud dari Jhonny. Ia orang yang baik yang ingin memberikan yang terbaik untuk klub. Ia sangat jujur pada dirinya sendiri dan pihak klub. Keputusannya adalah keputusan yang terbaik untuk FC Dordrecht. Saya sangat menghormati dia," kata Marco Boogers.

Meski sudah menyatakan mundur dari Dordrecht, Jhonny masih tetap akan berlatih di klub tersebut hingga hari Sabtu kedepan dimana ia akan menjalani pertandingan terakhirnya saat FC Dordrecht menjamu Feyenoord Rotterdam dalam sebuah pertandingan persahabatan pra-musim.

Thursday, July 12, 2012

Deportivo Indonesia Back To Track

Montevideo. Midweek ini Deportivo Indonesia kembali bertanding di Campeonato Uruguayo baik U-17 maupun U-19, dan lawan yang dihadapi adalah Torque, tim yang berada di posisi lebih rendah dari Deportivo.


Quinta Campeonato Uruguayo.

Deportivo kali ini tampil dengan Formasi lini depan yang tidak seperti biasanya, dimana Adi Nugraha dan Yogi Rahadian yang biasa duduk dibangku cadangan kali ini turun sejak awal, Dinan Javier dan Angga Febrianto sebagai top Skor Deportivo harus duduk di bangku cadangan dulu.

Tidak ingin kehilangan 3 Poin seperti akhir pekan lalu Deportivo yang kali ini tampil di Kandang sendiri menggebrak sejak peluit di tiup wasit, tidak berapa lama kemudian di menit pertama, Deportivo Indonesia langsung unggul 1-0 lewat gol pemain baru mereka Adi Nugraha. Unggul lewat gol cepat Deportivo Indonesia semakin bersemangat untuk mencetak gol. namun ketatnya pertahanan tim tamu tak mampu di tembus Deportivo Indonesia. skor ini bertahan hingga akhir laga.

Quarta Campeonato Uruguayo

Seakan tak mau kalah dengan Junior mereka, Deportivo Indonesia yang diawal musim terseok-seok kini setapak telah menemukan tren positif mereka dengan meraih 3 kemenangan beruntun. mengawali laga dengan ujung tombak utama Hadi "Forlan" Wibowo dan Haris Tuarea, Deportivo menggebrak sejak awal. Hasilnya lewat Proses crossing yang manis yang mampu diselesaikan dengan Heading yang manis pula oleh Ricky Bardes Oherella, dan Goool 1-0 untuk deportivo, Unggul 1-0 anak-anak Deportivo semakin rajin membangun serangan, dan hasilnya lewat serangan yang tertata rapi, Hadi Wibowo berhasil menyelesaikan peluang menjadi Golll... dan 2-0 untuk Deportivo bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua kendati Deportivo telah unggul dua gol, mereka tidak mengendurkan serangan, hasilnya kembali Hadi "Forlan" Wibowo berhasil mengoyak gawang Torque untuk kedua kalinya lewat Heading akuratnya. Deportivo mengakhiri laga kali ini dengan kemenangan 3-0. 

Selamat untuk Deportivo Indonesia U-17 dan U-19.

Monday, July 9, 2012

Jhonny Van Beukering Jelaskan Alasan Pulang Ke Belanda

Jhonny van Beukering, pemain berdarah Indonesia - Belanda yang telah memperoleh kewarganegaraan Indonesia beberapa waktu lalu akhirnya menjelaskan terkait kepindahannya untuk kembali bermain di Liga Belanda Eerste Divisie (divisi dua).

(Courtesy: fcdordrecht.nl)

Sebelum kembali untuk bermain di Belanda bersama FC Dordrecht, Beukering menghabiskan waktunya dengan bermain di salah satu klub Indonesia Pelita Jaya. Bersama Pelita Jaya, ia lebih sering duduk di bangku cadangan.

Mantan pemain klub Eredivisie NEC Nijmegen itupun bahkan kerap ditinggalkan oleh pelatih kepala Rahmad Darmawan dengan tidak diikutsertakan dalam tim yang akan bertanding dikarenakan masalah cedera dan kondisi tubuhnya yang tidak seratus persen untuk bisa diturunkan. Alhasil, ia lebih sering pulang pergi Belanda - Indonesia untuk menjalani terapi dan pemulihan cederannya.

Gagal total bersama Pelita Jaya, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Belanda dan bergabung bersama FC Dordrecht. Beukering menyatakan bahwa ia cukup senang dapat kembali bermain di Belanda dan bekerja sama dengan Theo Bos, pelatih kepala FC Dordrecht.

Selain itu masalah pembayaran gaji yang sering terlambat dan tidak kondusifnya sepakbola Indonesia menjadi alasan lain bagi dirinya untuk meninggalkan Liga Indonesia.

"Karena tidak ada pembayaran dan sering kali terlalu banyak masalah," ungkap van Beukering. 


Saat ini Beukie - panggilan Jhonny van Beukering - tengah menjalani masa pra-musim bersama FC Dordrecht guna persiapan menjalani musim depan.

Pada pertandingan pertamanya di sebuah pertandingan ujicoba, Beuki diturunkan di babak kedua dan mampu mencetak satu gol dan memberikan satu assist. 

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 7-0 untuk FC Dordrecht atas SV Spero.


Saturday, July 7, 2012

Campeonato Uruguayo U-17 dan U-19, Quinta Ditahan Imbang dan Quarta Kalahkan El Tanque Sisley

Campeonato Uruguayo atau kejuaraan uruguay yang diikuti oleh tim Indonesia yakni Deportivo Indonesia kini telah memasuki pekan ke 16, namun Deportivo Indonesia masih memainkan laga yang ke 14. di pertandingan pekan ini Deportivo Indonesia menantang tuan rumah El Tanque Sisley.


Di jam pertama, tim Quinta (U-17) Deportivo Indonesia memulai laganya di jam 9.00 pagi waktu Uruguay, bermain dengan formasi 4-4-2 Deportivo Indonesia tampil menyerang sejak menit awal dimotori duet Top skor mereka Angga Febrianto dan Dinan Javier, pertandingan berjalan agak kurang greget karena lapangan yang becek akibat hujan, Deportivo Indonesia berhasil mencuri gol lewat kaki gelandang tengah mereka yang pernah bermain di Leicester City Junior, Maldini Pali di menit 30 babak pertama. kedudukan ini berakhir hingga turun minum.

Memasuki babak kedua tuan rumah semakin meningkatkan serangannya untuk mengejar ketertinggalan, alhasil di babak kedua El Tanque Sisley berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, menjelang akhir laga derita Deportivo Indonesia U-17 semakin lengkap dengan diusirnya bek Richo Andrianta di menit 85. kedudukan ini tidak berubah hingga akhir laga. dengan hasil ini total Deportivo Indonesia U-17 telah mengumpulkan 20 poin dari 15 pertandingan.dan berada di posisi 18 klasemen sementara.

Di jam berikutnya atau jam 13.00 waktu Uruguay, giliran tim Quarta yang turun ke lapangan dengan menantang El Tanque Sisley, seperti tim Quinta, Quarta juga menggunakan formasi pakem 4-4-2, pada laga kali ini juga dibumbui oleh lapangan yang buruk dan becek seperti pada laga Quinta sebelumnya. Deportivo Indonesia memulai laga dengan baik, namun hingga turun minum belum mampu mencetak gol.

Memasuki babak kedua, kedua tim meningkatkan tempo permainan. alhasil di babak kedua Deportivo Indonesia mendapat hadiah pinalti akibat salah satu pemain Deportivo Indonesia Rifan Nahumarury dijatuhkan di kotak terlarang. Wawan Febrianto yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik dan Gool pun terjadi. skor 1-0 untuk Deportivo Indonesia bertahan hingga akhir laga
Pertandingan Selanjutnya Deportivo Indonesia akan menjamu Torque pada Rabu 11 July 2012.

Posted by Guest Writer @AldyNaturaldy

Friday, July 6, 2012

Yandi Sofyan: Semangat Tinggi Sambut Musim Baru

Yandi Sofyan Munawar, mantan pemain tim nasional Indonesia U-19 yang saat ini bermain di Liga Belgia bersama CS Vise menyatakan kesiapannya untuk menyambut musim baru. "Persiapan untuk musin ini sangat serius sekali dan porsi latihannya juga sangat berat," ujar Yandi.

(Courtesy: GoSport)
Pemain yang juga pernah berlatih di Uruguay selama sekitar empat tahun itu juga menargetkan untuk mampu membawa Vise lolos ke divisi satu Liga Belgia musim depan. Melalui interview singkat, adik kandung dari mantan pemain tim nasional Zainal Arif ini juga menceritakan pengalaman yang ia dapatkan selama bermain di Belgia.

Setelah bermain sekitar lebih dari satu musim di Belgia, apa ada kesan khusus yang diperoleh?
Kesan pertama yang diperoleh pasti sangat senang dan bangga sekali, karena bisa bermain di eropa itu memang sudah impian semenjak saya masih kecil.

Kegiatan apa saja yang dilakukan jika tidak ada pertandingan dan latihan? 
Kalau sekarang mungkin cuma istirahat saja di apartemen karena porsi latihan di pra-musim ini sangat melelahkan sekali.

Bagaimana persaingan di dalam tim Vise untuk merebut posisi starter di lini depan?
Persaingan sekarang pastinya sangat sengit dan pastinya disini kita semua bersaing secara fair. semua pemain menunjukan kualitasnya masing - masing untung mendapatkan posisi utama di tim.

Saat ini kamu bersama tiga pemain Indonesia lain (Syamsir Alam, Yericho Christiantoko, Alfin Tuasalamony) bermain di Vise, apa kehadiran mereka cukup membantu dalam proses adaptasi kamu di Belgia?
Ya, mereka sangat membantu sekali. Saya sudah menganggap mereka seperti keluarga sendiri karena mereka merupakan teman seperjuangan saya. Kalau misalkan untuk adaptasi, saya rasa semua pemain yg ada di Vise juga sangat membantu sekali.

Jika mungkin nanti ada peluang, apa kamu memiliki keinginan untuk mencoba bermain di Liga atau klub Eropa lain?
Kita lihat saja nanti, kalau impian untuk berkarier di klub besar Eropa pasti ada tapi untuk saat ini saya mau konsentrasi dulu di Vise.

Kamu dan (Syamsir) Alam pernah menjadi duet ujung tombak timnas U-19, apa ada target untuk berpasangan kembali bersama Alam di tim nasional saat Sea Games tahun depan?
Insya Allah, kalau Allah mengijinkan, mudah2an saja kita bisa memperkuat timnas Sea Games atau event international yg lainnya karena saya dan Alam sudah saling mengetahui karakter masing - masing

Apa kamu ada target khusus untuk musim ini?
Saya selalu ingin memberikan yg terbaik dimana pun saya berada, misalnya di tim ini saya selalu siap untuk di turunkan di setiap pertandingan dan target tim tahun ini adalah promosi ke divisi satu.

Menurut kamu, setelah satu musim bermain di Belgia, peningkatan apa yang paling kamu rasakan baik dari segi fisik dan teknik?
Baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan saya merasakan peningkatan yg luar biasa sekali. Disini saya sudah mulai terbiasa dengan sepakbola cepat. Jujur saya orangnya tidak bisa menilai diri sendiri, biarlah orang lain yg menilai, hehehe.

Kamu berlatih di Uruguay selama sekitar 4 tahun sebelum menuju Belgia, apa hal tersebut cukup membantu karir kamu di Eropa?
Sangat membantu sekali, di Uruguay saya belajar bermain sepakbola yang sangat berbeda sekali dengan di Indonesia. Di uruguay, gaya sepakbolanya cenderung menggunakan fisik dan karakter bermainnya sangat keras serta tidak berbeda jauh dengan gaya permainan sepakbola Eropa. Saya sangat berterima kasih sekali kepada semua pelatih saya di uruguay seperti Cesar Payovich, Alberto Bica,Wilson Espina dan Jorge Anania.

Masalah utama pemain Indonesia ketika bermain di Eropa adalah homesick. Apa ada tips khusus untuk mengatasi perasaan kangen dengan keluarga?
Memang pertama-tama sangat terasa sekali ingin pulang tapi Alhamdulillah menuju kesini, saya dan yang lainnya malah merasa enjoy. Mungkin kalau lagi kangen rumah, kebiasaan yang saya lakukan adalah menelepon kedua orang tua saya beserta semua sanak keluarga di Indonesia.

Tantangan apa yang paling sulit kamu hadapi selama bermain di Belgia?.
Salah satu tantangannya, mungkin disini pressing dalam bertandingnya sangat tinggi sekali. Lawan berusaha sebisa mungkin membuat permainan kita tidak berkembang. Tapi pelatih disini juga menuntut kita untuk bermain enjoy.

Apa ada pesan khusus untuk sepakbola Indonesia?
Yang saya inginkan dari sepak bola Indonesia, saya mengharapkan pembinaan usia muda di Indonesia untuk lebih diperhatikan lagi. Karena Indonesia mempunyai bibit pemain sepakbola yang sangat bertalenta. Saya juga sangat keberatan sekali dengan kuota jumlah pemain asing yang bermain di indonesia saat ini yang sangat banyak karena dengan begitu pemain - pemain lokal ataupun pemain muda indonesia kesulitan memperoleh jam terbang untuk berkembang.

Sunday, July 1, 2012

Muhammad Yunus Bani, Melahirkan Bakat Muda Indonesia Di Qatar

Hadirnya nama pemain - pemain muda Indonesia yang saat ini bermain di klub - klub Qatar seperti Farri Agri (Al Khor), Andri Syahputra (Al Gharafah), Khuwailid Mustafa (Lekhwiya SC), serta beberapa lainya tidak terlepas dari sentuhan tangan dingin pelatih asal Indonesia bernama Muhammad Yunus Bani.

(Courtesy: Yunus Bani)
"Anak - anak kami sebelum dipilih oleh klub - klub professional Qatar dan Aspire Academy, terlebih dahulu mereka diasuh oleh pak Yunus Bani," cerita Agus Sudarmanto, ayah dari salah satu pemain Indonesia di Qatar Andri Syahputra.

Yunus Bani melatih anak - anak Indonesia yang tergabung dalam Al Khor Community Club. Disana ia melatih pemain - pemain muda asal Indonesia yang berasal dari tiga kelompok umur yaitu U-10, U-14, dan U-17.
Tim Kategori U-10 Asuhan Yunus Bani
Dibantu beberapa asisten pelatih yang berasal dari Indonesia dan seorang dari Nigeria, terbukti tidak hanya mampu menciptakan pemain muda asal Indonesia yang berbakat tapi juga memberikan prestasi yang tidak kalah mebanggakannya untuk klub komunitas orang - orang Indonesia yang saat ini bekerja dan tinggal di Qatar itu.

 "Saya menyempatkan diri berbincang denganya saat timnas Indonesia bertandang ke Qatar beberapa waktu lalu, meski hanya berbincang singkat, saya tahu kalau Yunus pelatih hebat. Metode kepelatihannya sempurna," jelas Listieadi, asisten pelatih timnas Indonesia seperti dikutip dari tabloid Soccer.

Keterlibatanya menjadi pelatih untuk pemain muda Indonesia di Qatar tidak terlepas dari kegagalannya menjadi pemain sepakbola. Hal lain yang memotivasi dirinya untuk ikut membantu memajukan sepakbola Indonesia adalah buruknya prestasi sepakbola Indonesia di dunia internasional.

Sewaktu diadakan pertandingan antar-negara baik yang berasal dari Arab atau Eropa, banyak orang - orang dari negara - negara tersebut yang selalu menanyakan kepadanya terkait kekalahan yang terus menerus diderita timnas Indonesia dan memandang sebelah mata terhadap dirinya yang berasal dari Indonesia saat itu.

"Janganlah mereka menjadi seperti saya yang ingin sekali manjadi pemain timnas tapi tidak kesampaian dan ingin juga membuktikan pada mereka bahwa anak - anak Indonesia juga mampu berprestasi di Sepakbola."

Dari motivasi itulah ia kemudian membentuk dan melatih anak - anak Indonesia dengan latihan khusus setiap pagi dan sore dimana hal yang paling ditekankan untuk anak aushnya dalam latihan itu terutama adalah kemampuan dasar dalam teknik bermain sepakbola.

Al Khor Community Club
Dari hasil latihan yang ia berikan, terbuktilah anak - anak Indonesia mampu berprestasi dengan juara dalam banyak kompetisi kelompok umur serta memperoleh gelar terbaik dalam banyak kategori seperti top-scorer, best player, dan best skill. Serta, jika tidak ada halangan, rencananya tim U-14 dan U-17 asuhan Yunus Bani akan menjalani tour serta serangkaian ujicoba di Jakarta pada akhir bulan Desember tahun ini,

Terkait bakat - bakat asal Indonesia yang merupakan hasil didikannya dan saat ini telah bergabung dengan klub - klub Qatar. Yunus Bani menunjuk Andri Syahputra yang saat ini bermain di Al-Gharafah serta masuk program akademi Aspire akan menjadi pemain berkualitas.

Andri Syahputra
"Andri skillnya lebih bagus dari Farri (Farri Agri - pemain Al Khor yang sering disebut akan dipanggil timnas Indonesia) dan dia saat ini berada di program untuk timnas Qatar di Piala Dunia 2022.Saat ini Andri sedang menjalani tour di Polandia dan setelah itu akan menuju Jerman bersama Aspire Academy," jelas Yunus Bani.

Selain Farri, Andri, serta Khuwailid, saat ini terdapat dua pemain Indonesia lain hasil didikan Yunus Bani yang telah bergabung dengan klub Qatar yaitu Ali Syahrian Tampo di Al Gharafah U-12 serta Alfi Said di Lekhwiya U-16.

Saturday, June 30, 2012

Ruben Wuarbanaran Belum Tentukan Pilihan

Salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda yang beberapa waktu lalu memperoleh paspor Indonesia Ruben Wuarbanaran mengaku untuk saat ini dirinya belum menentukan pilihan dimana akan bermain musim depan.
(Courtesy: CS Vise)
Ruben Wuarbanaran musim lalu bermain untuk CS Vise dengan status sebagai pemain pinjaman dari klub Indonesia Pelita Jaya. Ketika dihubungi belum lama ini, pemain berusia 22 tahun tersebut menyatakan belum mengambil keputusan apapun terkait klub tempat ia akan bermain di musim depan.

Selain itu, dirinya juga menyatakan bahwa saat ini ia sedang menjalani masa liburan di Belanda. Ia juga menjelaskan bahwa untuk saat ini ia telah memperoleh beberapa tawaran baik dari klub di Belanda dan juga di Indonesia,


"Saya akan berlatih bersama sebuah klub di Belanda mulai minggu depan," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Wednesday, June 27, 2012

Reuben Silitonga Jalani Pertandingan Terakhir Di Denmark

Salah satu pemain Indonesia yang saat ini bermain di Denmark, Reuben Raya Silitonga, pada hari minggu lalu menjalani pertandingan terakhirnya bersama Tjorring IF.

(Courtesy: Tjorring IF)
Setelah hampir selama 1 tahun berada di Denmark dan bermain untuk Tjorring IF, Reuben Silitonga akan segera kembali ke Indonesia.

Reuben yang bisa dimainkan baik sebagai gelandang maupun penyerang tersebut menjalani pertandingan terakhirnya hari minggu lalu, (24/6) saat Tjorring bertandang menuju markas klub Silkeborg Kammeraterne.

Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 4-0 untuk kemenangan tim tuan rumah tersebut, Reuben dimainkan sejak menit awal pertandingan oleh Tjorring.

Reuben Di Salah Satu Pertandingan Tjorring IF

Di dalam website resmi klub, Tjorring IF memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas apa yang telah diberikan oleh pemain berusia 21 tahun itu.

"Pada akhirnya, harus dicatat bahwa Reuben Silitonga memainkan pertandingan terakhirnya untuk "Purple Jersey" - Julukan Tjorring IF - setelah 9 bulan berada di Denmark, ia akan segera kembali ke Indonesia. Kami mendoakan untuk setiap kesuksesan di masa mendatang baginya," tulis pernyataan resmi dari pihak klub.

Reuben (Kiri) Saat Merayakan Gol
Belum diketahui klub mana yang akan dituju oleh Reuben selanjutnya untuk melanjutkan karir sepakbolanya selepas ia kembali ke Indonesia.

Saturday, June 23, 2012

Klub Belgia Juga Minati Joey Suk

Salah satu calon pemain tim nasional Indonesia, Joey Suk, saat ini tengah kebanjiran tawaran yang tidak hanya datang dari Belanda tapi juga datang dari klub - klub Belgia.

Joey Suk
Seperti dikutip dari Sepakbolanda.com, salah satu klub Belgia bernama St. Truiden saat ini tengah mengupayakan untuk memperoleh tanda tangan pilar penting di lini tengah klub Go Ahead Eagles itu.

Berita selengkapnya: Joey Suk Dikabarkan Juga Diminati Klub Belgia

Ezra Walian, Pemuda Ajax Amsterdam Yang Berdarah Indonesia?

Keikutsertaan Ajax Amsterdam U-15 dan tim-tim besar lainnya seperti Manchester City U-15, FC Porto U-15 maupun klub Brazil, Vasco Da Gama U-15 di turnamen Lion City Cup 2012 yang diadakan oleh Singapura tentunya menarik untuk disimak.

Dari sekian banyak nama pemuda yang turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, sejumlah media Singapura memberitakan beberapa nama yang memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di masa mendatang, salah satunya nama Ezra Walian, striker Ajax U-15.

Pemain muda yang dikabarkan memiliki darah Indonesia tersebut dideskripsikan memiliki postur dan gaya permainan yang mirip dengan penyerang Liverpool, Andy Caroll.

Profil Ezra Walian - Singapore Newspaper
Bersama Abdelhak Nouri, top skor Ajax Junior ini diakui oleh sang pelatih, Michel Kreek sebagai salah satu talenta menjanjikan di sepakbola Belanda saat ini.

Potensi itulah yang membuat Ezra direkrut oleh Ajax dari klub junior sebelunya AZ Alkmaar.

Di laga terakhir Lion City Cup 2012 antara Ajax U15 melawan Singapore U16 (Sabtu, 23 Juni), Ezra menyumbangkan satu gol meski akhirnya timnya harus menelan kekalahan 2-1 dari tuan rumah.








Kutipan Video tentang Ezra Walian:



Posted by Guest Writer @HiroEric

Friday, June 22, 2012

Andri Syahputra Try Out Ke Eropa Bersama Aspire Academy

Salah satu pemain muda Indonesia yang saat ini bermain di Qatar, Andri Syahputra dijadwalkan akan terbang menuju Eropa untuk mengikuti serangkaian ujicoba di benua biru tersebut.

(Courtesy: Agus Sudarmanto)
Andri Syahputra bersama dengan akademi pembinaan terbaik di Qatar, Aspire Elite Academy akan menjalani pemusatan latihan dan beberapa rangkaian ujicoba di Portugal dan Spanyol.

Andri dan tim akan berangkat menuju Lisbon, Portugal terlebih dahulu dan kemudian akan dilanjutkan menuju Leverkusen di Jerman.


Andri bersama Aspire Academy akan memulai ujicoba di Lisbon pada tanggal 22 Juni hingga 1 Juli dan berikutnya akan menjalani beberapa pertandingan ujicoba di Leverkusen pada tanggal 1-12 Juli.

Sebelumnya di bulan April lalu, Andri juga diikutsertakan oleh Aspire Academy untuk mengikuti pelatihan dan serangkaian ujicoba di Italia.

Selain bergabung untuk mengikuti pelatihan di Aspire Elite Academy, Andri saat ini juga tercatat sebagai pemain Al Gharafah Sports Club U13.


Farri Agri Tetap Prioritaskan Tim Nasional Indonesia

Berita mengenai salah satu pemain potensial Indonesia yang saat ini bermain di Qatar, Syaffarizal Mursalin Agri tentang keinginannya bermain untuk tim nasional Qatar cukup membuat heboh.

(Courtesy: Farri Agri)
Nama Syaffarizal Mursalin Agri atau yang kerap disapa Farri Agri tiba - tiba menjadi buah bibir setelah berita yang menuliskan bahwa dirinya ingin membela tim nasional Qatar muncul di Indonesia.

Mengenai munculnya kabar tersebut, kami pun mencoba berkomunikasi dengan Agri Sumara, Ayah Farri Agri. Dari hasil komunikasi tersebut dapat disimpulkan bahwa Farri tetap memprioritaskan untuk membela tim nasional Indonesia yang merupakan tanah kelahirannya.

"Selama ini kami terus berkomunikasi dengan teman - teman yang ada di PSSI," jelas Agri Sumara.

Farri Agri bersama asisten pelatih timnas Liestiadi
Mengenai keikutsertaanya untuk memperkuat tim nasional Indonesia U22 di ajang kualifikasi Piala Asia U22 pada bulan Juli mendatang yang rencananya akan digelar di Riau, ayah striker klub Al Khor di Qatar Stars League (Liga Utama Qatar) itu menyatakan bahwa kemungkinan Farri tidak bisa memperkuat skuad "Garuda Muda".

"Untuk bulan Juli nanti, Farri tidak bisa bergabung dengan tim nasional karena harus menghadapi ujian," lanjut sang ayah.

Video aksi dan gol Farri Agri di Liga Qatar:

Musim ini Farri yang baru berusia 19 tahun itu, bermain sebanyak 16 pertandingan dan mencetak 1 gol untuk tim reserve Al Khor. Pemain hasil binaan akademi Aspire Qatar itu juga mencatatkan satu kali penampilan bersama tim utama Al-Khor saat berhadapan dengan Lekhwiya SC. Sedangkan untuk musim depan ia dipromosikan untuk bermain penuh di tim utama setelah sebelumnya lebih dikonsentrasikan bermain untuk tim reserve Al Khor.

Profil Farri Agri:
(Courtesy: QSL)




Nama Lengkap: Syaffarizal Mursalin Agri
Tanggal Lahir: 8 Agustus 1992 
Tinggi / Berat: 175 cm / 74 kg
Nomor Punggung: 19

Monday, June 18, 2012

Reuben Silitonga Dipanggil Tim Nasional U-22?

Reuben Silitonga, pemain asal Indonesia yang saat ini bermain di Danmarksserien League berpeluang memperkuat Tim Nasional Indonesia U-22 dalam ajang kualifikasi Piala Asia U-22 yang akan digelar pada bulan Juni mendatang.

(Courtesy: fodbold.tjoerringif.dk)
Salah satu pemain Indonesia yang saat ini bermain di Liga Denmark Reuben Silitonga, berpeluang untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-22 yang rencananya akan digelar di Riau.

Seperti dikonfirmasi melalui salah satu staff PSSI bahwa E-mail terkait pemanggilan pemain berusia 21 tahun tersebut telah dikirimkan kepada pemain yang bersangkutan.

Reuben yang dikontak beberapa hari lalu menyatakan bahwa ia sangat senang dan tertarik jika bisa bermain di Tim asuhan Aji Santoso tersebut. Ia juga menyatakan bahwa hingga saat ini masih menunggu E-mail pemanggilan dirinya tersebut dari PSSI.

Bersama IF Tjorring di Liga Denmark, Reuben sudah beberapa kali diturunkan sebagai pemain utama.

Pemain yang juga mampu bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang tersebut minggu lalu baru saja mencetak satu gol pada sebuah pertandingan saat memperkuat tim reserve IF Tjorring.
  
Cek gol Reuben Silitonga di link berikut: http://www.bordingvideo.dk/infusions/the_kroax/embed.php?url=219
  
Profil Reuben Silitonga:
Nama Lengkap: Reuben Raya Rivera Silitonga
Tempat / Tanggal Lahir: Jakarta, 21/03/1991
Posisi: Gelandang Serang / Penyerang
Kewarganegaraan: Indonesia
Berat / Tinggi: 68 kg / 178 cm
Debut Bersama IF Tjorring: 22 April 2012 (vs Ringkøbing FC)
Klub Sebelumnya: Union Makes Strength (Indonesia)